Kamis, 30 Maret 2017

Tak mudah untukku

Seseorang pernah mengatakan
Ikhlaskan...maka hidupmu akan jauh lebih bahagia

Mengikhlaskan mu bukan lah
Kemauanku...
Namun tlah ditetapkan jadi takdirku

Mengikhlaskanmu memang tak mudah
Tetapi inilah jalan ku
Untuk melihatmu bersanding dengan lain orang

Tak mudah kulalui
Tak bisa ku elakkan
Tak mampu ku hindarkan

Hal tersulit dalam hidupku adalah melihatmu dengan orang lain
Namun, bagian terindah dalam hidupku adalah melihat tersenyum
Meski tanpa aku . . .

Inilah waktunya

Ku tuliskan sebuah kisah
Tentang indahnya perjalanan hidupku
Tak dapat ku bayangkan hidupku tanpa adanya dirimu

Bila telah habis sudah waktu kita
Ku hanya berharap
Telah memberikan semua yang terbaik
Karna tlah kau habiskan sisa hidupmu hanya untukku

Bila telah usai sudah cerita antara kita
Ku inginkan ini tuk menjadi sebuah kenangan
yang tersimpan rapi dalam memori kita
Krna inilah saatnya kita berpisah tuk melanjutkan perjalanan panjang

Hujan sore ini

Hujan hari ini
Tak berbeda dengan hujan kemarin malam
Terasa sendu
Menyejukan
Seharusnya usai hujan mampu membuatku lepas dari angan tentang mu
Namun, hujan membawamu kembali dalam pikirku
Entah hujan seperti apa yang akan membuatku lupa akan bayang semu itu

Pelangi di kota itu


Langkah kaki yang tertinggal di ujung jalan itu
Mulai pudar ku lihat
Hujan kemarin sore
Perlahan telah menghapus jejak itu
Entah ke mana jejak itu bermuara
Aku tak tahu
Sang pemilik kini tak pernah ku lihat
Mungkin sang pemilik telah menemukan pelangi kemarin sore
Pelangi yang mengantarkannya ke jembatan di kota tua

Di antara hujan

Hari ini...
Entah tanggal berapa
Entah sudah berapa kali jam di dinding berputar
Aku masih disini
Duduk termenung
Menatap layar smarthphone
Hujan sepertinya masih merindu kota ini
Namun, tak ada km di antara rintih hujan itu
Tak ada kamu yg ku rindu

Kotak warna hijau

Tak sulit menemukannya
Bertengger indah di atas si kaki empat
Anggun dan menawan sekali
Berlapis bludru hijau
Kotak pelindung, dua lingkaran impian
Wujud dua hati kan bersatu
Pada sebuah janji yang mereka sebut pernikahan