Selasa, 14 Juni 2011

from Ernest Hemingway



Orang memerlukan dua tahun untuk berbicara, 
tetapi lima puluh tahun untuk belajar tutup mulut.


---Ernest Hemingway--

from Einstein




Jangan bermimpi menjadi orang yang PANDAI.
Jadilah orang yang bernilai
dan memberikan nilai untuk kehidupan 


---Albert Einstein---  

about pelangi


 Karena PELANGI tidak akan indah 
jika hanya satu warna   

---addapted---   

sempurna


Kita di dunia ini tidak mencari seseorang yang SEMPURNA untuk dicintai,
tapi kita dituntut untuk bisa mencintai orang yang tidak SEMPURNA 
                          dengan cara yang SEMPURNA                         

---addapted---  

Senin, 13 Juni 2011

Sepenggal Kisah “Abu-Abu Putih”



teng…tong…teng…tong…”


Bunyi bel sekolah yg selalu menyambut datangnya pagi hari. Ditemani pintu gerbang sekolah yg selalu menyapa dengan ucapan “Good Morning”




K

u ayunkan sepeda onthel tahun 90an peninggalan Kakek Sugeng. Beliau memberikan kepadaku sekitar  lima tahun yg lalu. Semakin cepat ku ayunkan sepeda sederhana ini, ketika jam di tangan menunjukkan pukul 06.54. Padahal aku tahu perjalanan masih 8 menit lagi, itupun jika perjalanan lancar dan sudah pasti terlambat. Apalagi sekitar pukul 7, jalanan tengah kota sudah pasti penuh sesak.

“Semoga tidak terlambat lagi seperti kemarin!” ucapku dalam hati.

Dan…dugaanku benar Pak satpam telah menutup gerbang sekolah telah ditutup. Ku lihat jam di tangan, pukul 07.10. Siswa yg terlambat sudah berjajar antri di depan pintu gerbang menunggu namanya usai dicatat oleh Pak Bambang atau Bu Herdi. Guru BP yg selalu mengurus keterlambatan siswa.

‘Nggak mungkin memberi alasan ban ku bocor, karna kemarin aku sudah memberi alasan itu. Nggak munkin juga aku bilang rantainya lepas, karna itu alasan yg ku beri 3hari yg lalu.”pikirku dalam hati sambil ku usap keringat yg mulai menetes usai perjalanan 5km.

“Luna Octaviana XI A4?” ucap Pak Bambang dengan suara lantang seraya mengerutkan keningnya.

“Iyaa..Pak!”(ternyata beliau sudah hafal namaku, sinis sepertinya)

“Kenapa lagi terlambat?”

“Ee..tadi jalan yg biasa saya lewati ditutup,Pak, karna ada layatan. Sehingga saya harus memutar jalan dan itu lebih jauh,Pak.’’ Ucapku dengan sedikit gemetar.

“Ini sudah ke-2 kalinya kamu terlambat, sekali lagi kamu terlambat maka orangtua mu wajib datang ke sini”ucapnya dengan tegas.

“Iya, Pak. Saya mengerti.”

“Sekarang ke lapangan sana!”



Huft…akhirnya. Perlahan ku dorong sepedanya ke parkiran dan menuju ke lapangan, karna siswa yg terlambat pasti diberi hukuman.

“Bagas Trianggoro Adji XI A2?” Ku dengar Pak Bambang menyebutkan sebuah nama yg membuatku penasaran, ku tengok perlahan kearah datangnya suara itu. Ternyata lelaki berkulit putih pengendara FU hitam itu.

“Oo..ternyata namanya Bagas, kelas XI A2.”

***

“Lun…ke kantin yuk! Lapeer nih, tadi aku buru-buru jadi gak sempet sarapan.” ajak Mona padaku.

“Okeeyy...yukk!”

(Sesampainya di kantin)

“Mon, kamu mau pesen apa?”

“Aku mie ayam aja deh..,aku yg pesen minumnya  ya! Kamu mau pesen apa?”

“Aku es jeruk aja..”

Aku pun bergegas pesan mie ayam ke Pak Kumis, keburu penuh. Karna mie ayam Pak Kumis pasti ramai saat istrahat. Kebetulan tadi jam ke 3-4 kelasku kosong, hanya diberi tugas saja. Jadi bisa curi start deh.

“Pak..mie ayamnya 2, yg 1 gak pake sayur yah!”

“Okey..!”

‘Pak..mie ayamnya 5 !”

Ku dengar suara yg tak asing dari belakangku. Ku arahkan bola mataku ke sumber suara tsb. Dia rupanya. Ku palingkan wajahku kearah tempat duduk kantin, saat dia mulai memandang ke arahku.

Oo..ternyata dia sama temennya berempat+Dilla,ceweknya,XI A1. Cewek paling cantik seangkatan and cukup tajir. Baik tampangnya, rambutnya pun panjang hitam berkilau, pinter pula. Tipe cewek perfect di mata cowoklah. Arrggh..panas rasanya.

***

Kenaikan kelaspun tiba. Alhamdulillah aku naik kelas, tapi kelasnya diacak. Tapi, untunglah aku masih satu kelas sama Mona,sahabatku. Tapi ada yg lebih mengejutkan aku satu kelas sama Bagas. OMG! Oiya…Dilla udah pindah sekolah ke Bandung. Senengg…hhahaha..!☺

***

Hari ini jam terakhir pelajaran TIK. Pak Danang membagi kami menjadi 8 kelompok secara masing-masing beranggotakan 4orang. Dan saat namaku dipanggil ternyata aku satu kelompok sama Dito, Farah, dan Bagas. Hahh? Sama Bagas ? Seneng tapi…! Dia ternyata jago TI, pantesan pengen masuk ITB.

***

Tanggal 15 September 2009. Hari ini hari special untuk kita semua karna hari ini kita akan diwisuda. Tidak terasa aku sudah mau jadi mahasiswa. Tapi, hingga akhir kelas XII aku nggak pernah bias dekat dan ngobrol banyak sama dia. Dia terlihat cakep hari ini, dengan setelan jas hitam & kemeja merah maroon dgn mawar merah di saku jasnya. Karna memang sengaja kelas kita yg cowok iuran untuk beli mawar merah agar terlihat beda dengan kelas lain.

***

Sekarang telah diterima di UGM jurusan akuntansi. Memang berbeda dengan jurusanku sewaktu SMA, tapi memang ini impianku. Kabar yg kudengar terakhir Bagas diterima di ITB. Mungkin aku nggak bisa ketemu dia lagi. Tapi satu hal terindah yg kan selalu ku ingat adalah senyumnya yg penuh makna waktu di depan kelas sewaktu kita akan memasuki ruang wisuda. Kumis tipisnya yg selalu terbayang di benakku. Sampai saat ini dia tak pernah tau tentang rasa ini & mungkin tak akan pernah tau. Semoga masih ada kesempatan bertemu dengannya.


Tersadarku dalam lamunan  tentang masa lalu itu. Kini aku hanya bisa memandangi foto kenangan ini yg telah ku bingkai indah yg ku pasang dalam sudut kamarku yg mungil ini. Semuanya kini tinggallah kenangan yg tak mungkin bisa terulang & tak mungkin bisa kembali lagi. Semua tentangmu kan abadi karna KITA UNTUK SELAMANYA. 



     




Selasa, 07 Juni 2011

(untitle)



Hembusan angin menyapu dedaunan
Malam biru bak neraka
Menyesakkan nafas,
Menyesakkan jiwa...

Tak ada cahaya,
Tak ada pula warna pelangi...



Hanya asa yang kian membayangi
Mimpi...
seakan tertinggalkan oleh waktu
Yang sarat akan keindahan semu

Canvas Putih


Ketika merahmu telah Kau warnai dalam hatiku
Cobalah rasakan rasaku !
Akankah Kau mengerti rasaku ini ?

Canvasku yang telah kau lukis
dengan elokknya parasmu...
Parasmu yang tak akan luntur,
Meski canvas ini telah usang...

Namun apa ?
Hanya canvas putih yang kau beri untukku
Canvas yang tak pernah Kau isi dengan indahnya warna pelangi

Karna kita tak mampu,

memadukan warna pelangi menjadi satu

Karna rasamu tak sama dengan rasaku,
Rasaku yang tak akan sirna
 Meski kini sang surya telah berganti dengan sang rembulan




Dengerin Khutbah ... !

      Di sekolah saya selalu diadakan sholat luhur berjamaah.
Kebetulan saya sekolah di salah satu SMA swasta Islam terkenal di kota Yogya.
Sholat luhur bagi yg perempuan diadakan di aula,bagi yg laki-laki di masjid.
Karna muridnya banyak banget, jadi ga muat kalo dijadikan satu di masjid.
Setelah selesai sholat, diadakan tadarus atau khutbah dari perwakilan masing-masing kelas.
      Hari itu (entah hari apa saya lupa), seusai sholat ada khutbah dari teman saya kelas sebelah (saat itu saya kelas XII A4).
Iinya menurut saya cukup bagus dan mengena. Mungkin karna saat itu saya berada di shaf (b.indo:barisan/deret) no. 3 ya...?

      Isinya kira-kira seperti ini :
      "wahai guru, saya ingin bertanya. Menurut guru apakah yg paling berat di dunia ini ?"
      "Wahai anakku, ketahuilah..sesungguhnya yg paling berat didunia ini adalah mengemban amanat!"
      "Mengapa guru?"
      "Karna..mengemban amanat tidak semudah yg kita bayangkan. Kita harus menyampaikan kepada orang yg kita tuju. Atau misalnya saja kita diberi amanat oleh orangtua kita agar di sekolah belajar yg baik.
Tapi kita mblah mbolos,atau cuman tidur di sekolah."
      "Lalu, menurut guru apa yg paling ringan di dunia ini ?"
      "Wahai anakku...sesengguhnya yg paling ringan di dunia ini adalah melakukan dosa. Karna tanpa disuruh dan diajarkan saja setiap orang pasti bisa melakukan dosa."
      "Guru..saya ingin bertanya kembali. menurut guru di dunia ini apa yg paling tajam?"
      "Wahai anakku, ketahuilah sesunguhnya yg paling tajam di dunia ini adalah lidah kita."
       "Mengapa guru? Bukankah pisau, golok, pedang juga tajam?"
       "Yaa.. semua benda itu memang tajam. Tapi ketahuilah anakku, sesengguhnya lidah kita itu lebih tajam. Karna tanpa sadar kita sering melukai saudara kita sengan ucapan kita!"
       "Ya..guru memang benar. Lalu menurut guru apakah yg paling jauh di dunia ini?"
       "Masa lalu anakku..! Karna kita tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu kita."
       "Guru daya ingin bertanya yg terakhir.. menurut guru apakah yg paling dekat dengan kita?
       "Wahai anakku...katahuilah kematian adalah sesuatu palnig dekat dengan kita, karna kita tidak tahu kapan kematian itu akan menghampiri kita."

Itulah inti khutbah dari teman saya yg cukup berkesan buat saya.

Jumat, 03 Juni 2011

sing a song

♪ Secondhand Serenade - Your Call ♪


Waiting for your call, I’m sick, call I’m angry
Call I’m desperate for your voice
I’m listening to the song we used to sing
In the car, do you remember, butterfly, early summer?
It’s playing on repeat, just like when we would meet
Like when we would meet


I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to
To make you mine, stay with me tonight

Stripped and polished, I am new, I am fresh
I am feeling so ambitious
You and me, flesh to flesh
’Cause every breath that you will take
When you are sitting next to me
Will bring life into my deepest hopes, what’s your fantasy?
What’s your, what’s your

I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to
To make you mine, stay with me tonight

And I’m tired of being all alone
And this solitary moment makes me want to come back home
And I’m tired of being all alone
And this solitary moment makes me want to come back home

And I’m tired of being all alone
And this solitary moment makes me want to come back home
And I’m tired of being all alone
And this solitary moment makes me want to come back home

I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to
I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight
 

amore

♥ AMORE ♥ 


amore saya ambil dari bahasa Italia, yg artinya cinta.
Cinta menurut saya berarti perasaan tulus, ikhlas, menyayangi dan mengasihi seseorang
tanpa syarat apapun dan tanpa mengharapkan imbalan.
Cinta itu mempunyai makna yang luas.

Entah itu buat Sang Pencipta, ortu, teman, pacar, saudara, atau yang lainnya.