Kamis, 06 Agustus 2015

meng-ihklaskan

Cinta yang tulus adalah ketika kita mengikhlaskan seseorang untuk orang lain...
Bukan karena kita berhenti mencintainya atau berhenti berharap
Namun, karena kita tau dia akan lebih bahagia dengan yang lain

dan karena ini yang terbaik.

Kamis, 30 April 2015

Salam (yang) tersirat

Salam (yang) tersirat

Hari ini pukul 09.02. November 06, 2014. Duduk sendiri memandangi layar laptop di sudut ruangan ini. Tak berkawan. Sepi. Mencoba menyenangkan diri sendiri. Me Time. Entah bagaimana suhu udara di luar namun yang aku tau sangatlah panas. Mencoba menelisik rasa dalam benang, mencoba untuk merangkai kata yang syahdu. Tak bisa. Ternyata aku tak bisa. Hanya sebuah kalimat yang mampu terungkap apa adanya, sungguh tak indah terdengar. (Yaa sudahlah, apa daya)

Pernah sangat mengharapkan seseorang. Pernah sangat memimpikan sesuatu.
Pernah sangat ingin menyapa sosok itu. Pernah sangat ingin bertegur sapa dengannya.
Semua itu pernah kurasakan. Namun, tak bisa ku melakukan itu semua. Tak cukup ku bernyali di depannya.
Waktu yang semakin berlalu tak membuatku kunjung bernyali.
Mungkin memang harus berhenti berharap pada seseorang itu, bukan karena rasa itu sudah tak ada. Namun, karena aku tau bahagianya bukan tuk diriku.
Yya..kini dia telah menemukan bahagianya.

Pernah mengagumi seseorang. Pernah mengidolakan seseorang itu.
Mungkin pernah mengharapkan lebih darinya.
Dia yang memperhatikanku dari hal yang sepele. Dia yang membuatku nyaman disampingnya. Dia yang kuinginkan tuk jadi masa depanku, calon imamku.

Namun, aku tau
dia yang tak mungkin jadi masa depan aku.
Dia yang tak mungkin jadi calon imamku
Dia yang hanya bisa ku kagumi

Pukul 10.15. Layar menunjukkan sinyal “battery low”. Ku akhiri sudah semua ocehan ini. Tak berbobot. Sungguh tak perlu dihiraukan. Tak berarti juga ini.

Selamat siang menuju pagi untuk calon imamku yang sesungguhnya yang ada entah dimana. Semoga kita bertemu tak lama lagi. Hey...aku menunggumu, menunggu kau datang kemari. Aku disini sedang mempersiapkan diri menjadi sosok yang lebih baik untukmu kelak. Semoga akan ada restu Allah yang segera kukantongi, untukku dan untukmu.

Bismilllah

Jumat, 20 Februari 2015

-Tanpa Judul-

-Tanpa Judul-

Lagi pengen "nyampah" di medsos. Bingung dimana yang bisa cerita banyak tapi nggak perlu banyak orang tau. Sekedar pengen banget ngoceh untuk banyak hal. Tapi nggak tau harus mulai darimana. Bukan galau. Ini cerita tentang seseorang. Cerita yang akupun nggak tau kenapa pengen nulis beginian.
Hah..! Pernah nggak sih kalian memperhatikan seseorang dengan seksama tapi sebenarnya setelah dipikirkan aku pun nggak tau kenapa akhir akhir ini bisa menjadi sangat perhatian dan memperhatikan seseorang itu, walau hanya dari kejauhan. Aku nggak tau roh apa yang sedang merasukiku. Karena sebenarnya dan sejujurnya dia bukanlah sosok yang benar benar aku idamkan. Dia mungkin tak setampan romeo, tak pula bergelimang harta bak pangeran Charles. Tapi..tapi dia sosok yang beriman kuat. Walau sering kali jutek, nyebelin atau apalah itu. Aku sering berpikir bahwa aku hanya akan memperhatikan seseorang yang inilah itulah..yang syarat A sampai Z terpenuhi. Tapi ternyata aku salah. Mungkin itu kini nggak berlaku. Aku pernah baca quotes : "level kita akan seseorang tidak akan berlaku, jika kita jatuh cinta kepada seseorang itu tanpa alasan".
Apa mungkin itu yang sedang terjadi. Semoga tidak. Masih berharap bukan itu yang terjadi.
Hah...! Mungkin hanya waktu yang kan menjawab. Semoga perhatian itu akan memudar seiring berkurang nya intensitas kita bertemu. Karena sejujurnya sering merasa tak pantas aku untuknya. Walau sekedar mengagumi.
Hah...! Enough.! Nggak mau terusin cerita karena nggak mau terbayang sosok itu.
hey..kamu ! berbahagialah kamu dimana pun dan dengan siapa pun itu. :)
Hey kau yang di sana...
Kalau lah kau membaca dan melihat ini
Semoga kau tak menyadari ini aku
Kalau lah kau mengetahuinya
Semoga kau tak membenci dan menjauhiku
Kalau lah kau juga merasakannya (masih)
Semoga Tuhan merestui dan meridhoi ini

Sabtu, 14 Februari 2015

aku mah apa ?

Aku mah apa ?

AKU.
Hanya sesosok wanita yg sedang belajar untuk menjadi dewasa. Tak berkawan oleh banyak orang. Mungkin kau, kamu dan mereka pun tak akan mengerti. Aku pun bahkan demikian.

Mungkin hadirku tak banyak berarti untuk kalian. Tak ada aku pun keadaan akan tetap berjalan indah. 

Aku.
Hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk semua. Mungkin sering kali memaksakan diri ketika raga tak sanggup lagi. 
Tak ingin merepotkan banyak pihak. Terkadang mungkin lebih memilih melakukan semuanya sendiri. Terlalu sungkan untuk meminta tolong kepada seseorang. 

Aku.
Hanya sosok wanita pendiam. Yang selalu berusaha berdiri dengan kedua kaki ini sendiri. Sosok yang sangat membosankan. Tak banyak bercakap. Tak rupawan. Tak pula bergelimang harta. Mungkin juga tak miliki cukup keberanian untuk banyak hal.
Dan mungkin telah menjadi sosok yg mudah untuk diperalat. Karena berharap dapat membuat banyak orang bahagia. 

Aku..
Aku hanya ingin meminta maaf kepada kau, kamu dan kalian jika adanya aku tak membuat kalian semua nyaman.  Jika aku tak bisa memberikan semua yg terbaik.
Aku hanya bisa meminta maaf. 
Aku hanya berharap kalian masih bisa bertahan dgn sosokku yg tak menyenangkan ini. 
Terimakasih buat kau, kamu dan kalian yg telah mengajarkanku banyak hal. Yg telah perhatian dgnku. Terimakasih. 

Aku.
Aku mah apa..?
hanya wanita yg masih berusaha memperbaiki diri.
tak perlulah kau hiraukan aku. Karena hadirku pun tak memberikan arti lebih untukmu.

Aku.
Inilah aku dengan banyak kekurangan yang mungkin kau, kamu dan kalian tak bisa pahami.

Aku mah apa ?