Rabu, 11 September 2013

Bahagia itu Sederhana


Bahagia itu Sederhana

Bahagia itu ....
ketika mentari mulai menghiasi ufuk timur
Ketika sebuah senyuman menyambut hari baru
Ketika bintang masih setia menemani rembulan
Ketika warna kan menjadi pelangi
Ketika raga masih sanggup untuk bernafas
Ketika harapan telah terwujud

Bahagia itu ....
Ketika kata syukur terucap untuk Dia
Ketika rencana Dia sejalan dengan rencanaku
Ketika Dia tak henti menunjukkan karunia-Nya
Ketika Dia tak henti menyayangi
Ketika Dia tak henti memudahkan segala jalan
Ketika Dia tak henti memaafkan
Ketika Dia tak henti memberi
Ketika Dia tak henti segalanya

Bahagia itu ....
Ketika aku dan kamu menjadi satu
Ketika aku dan kamu menjadi kita
Ketika aku dan kamu melangkah berdampingan
Ketika kita bernafas bersama dan kan menutup mata bersama (pula)

Bahagia itu .. B – A – H –A – G – I – A
Bahagia memang sangat sederhana,
Namun penuh makna ...


Selasa, 20 Agustus 2013

Hope .. .


Ya Allah ... jika dia jodohku, dekatkanlah. Namun, jika dia bukan jodohku, jauhkanlah.”

Mungkin, Allah mulai menjauhkan aku dan kamu dengan cara-Nya yang indah.



... wanita – wanita yang baik adalah untuk laki – laki yang baik dan laki – laki yang baik untuk wanita – wanita yang baik (pula)”
 (QS An Nuur : 26)

Mungkin ... aku tak cukup untuk dirimu yang terlampau hebat. 
 

Good men for good women.



Terima kasih .. ya Allah karena telah menciptakan makhluk sepertinya walau ia tercipta bukan untukku.

Terima kasih ... karena telah pertemukan aku dengannya,

karena ia akan selalu menjadi bagian terindah dalam perjalanan hidupku.

Insya Allah .. aku ikhlaskan dan relakan Dia untuk yang lain jika memamg itu yang terbaik untukku dan untuknya.




Thanks God for everything.



Jumat, 04 Januari 2013

Kuliah / Praktikum ?


R
utinas sehari-hari yang terasa menjemukan. Kuliah – praktikum – laporan. Itu-itu saja kegiatan yang membosankan. Bahkan terkadang kulian pun sering terabaikan karena harus mengerjakan laporan praktikum yang se”abreek” bejiibun banyaknya. Seminggu harus mengerjakan tiga laporan sekaligus. Terpaksa harus dikerjakan supeer dupeerr kilat karena udah deket dateline.

 
Hhuffhtt…resiko kuliah di jurusan eksak nih :/ .
Kalau semua laporan di jilid nih...bisa ngelebihin skripsi tuh ! Hhhahaa :D . pernah niiee waktu mau nge-jilid laporan se-Makul tapi ditolak ma masnya fotocopyan karena alat yang buat njilid itu gak muat, terpaksa berkelana ke beberapa fotocopyan deh… :I
Sering banget harus rela di kampus nyampe larut malam buat nyelesaiin laporan bareng ma temen-temen. Apalagi buat nyelesaiin laporan Satop yang suupeerr seekaali itungannyaa . :p
Selalu ngerjain-nya nyampe malem dan tentunya parkiran kampus sudah sepi sekali tak ada aktifitas di sananya.
Jadi merinding banget kalau ke sana , apalagi minimnya pencahayaan… Hhoho :s
Pernah ngerjain malam padahal seharian hujan (waktu itu Jum’at malam). Motor di parkiran pun kehujanan seharian. Alhasil, waktu mau pulang, starter motor – motor gak bisa nyala – keplepek deh motor ku. (;__;)
Mana sendirian pula, gak ngerti mesin sama sekalee, huffht..
Aku paksain terus-terusan nye-starter motor, lama banget akhirnya bisa nyala. Alhamdulillah bangeet lah J
Pernah juga juga habis ngerjain Satop, nyampe sekitar habis magrib gituh. Ambil motor di parkiran, gelap gulita. Mau masukin kontaknya, kok gak bisa-bisa masuk, akhirnya aku senterin deh pakai HP. Ternyata motornya lubang buat kuncinya di “pejet”. Aneeh bangeet..soalnya kalau aku parkir gak pernah tak pejet paling cuman kunci stang doang. (‘?’)
Kalau kata temenku sih, mungkin itu satpamnya keliling nge-cek terus ngunciin. Tapi,,apa semepet satpam nge-cek satu satu padal di situ juga masih banyak motor dan belum terlalu malem juga. Biasanya aku pulang lebih dari habis magrib juga gak pernah di kunciin.
Dan..yang buat heran posisi parkirku sama kayak waktu motorku keplepek. Di bawah pohon. #agak lebaayy siih…hehhee :D
Nyampe rumah pun harus nyelesaiinin yang esoknya harus di kumpulin. Emang dateliner banget aku nih..padal di kasih waktunya seminggu.
Pernah juga harus ikhlas dengan senang hati mbolos kuliah buat nyelesain laporan Satop. Yyaayyaahh….satooopp…
Sebenarnya praktikum ini bagian dari kuliah atau kuliah bagian dari praktikum yah ? Kok kayaknya lebih penting laporannya daripada kuliah..hhahaae…
Praktikum nyumbang nilai 30%an sihh..

Naahh…minggu terakhir mendekati UAS udah selesai semua praktikum. Bebas deh dari laporan, asseeekkkk beenerrr deh ploongg adeemm ayyemm… J J
Sebenarnya, praktikum semester tiga ini kalau diinget-inget tuh adalah praktikum yang paling berkesan daripada praktikum yang dulu-dulu.. Wkakaakaaaka… #preeketeeiuwkkk :D

IntermeZzoO


S

ekedar sharing dan mencurahkan uneg-uneg di kepala yang ngerasa agak sebel sama peraturan yang mulai berlaku di Fakultas. Sebenarnya, peraturan tersebut memang telah dibuat oleh Universitas tetapi untuk masalah teknis pelaksanaannya tergantung pada kebijakan Fakultas masing-masing. Tentang “KIK”. Peraturan yang dibuat yaitu mulai Tahun Angkatan 2011, mahasiswa tidak diperkenankan membawa kendaraan bermotor di lingkungan kampus. Hal ini terkait dengan visi dan misi Universitas ke depannya yang akan mencanangkan Go Green.
                Namun, waktu awal-awal saya masuk kuliah masih diijinkan membawa kendaraan bermotor dengan syarat menunjukkan kartu kuning atau membawa KIK. Nah...tetapi sejak sekitar bulan Oktober 2012 Fakultas membuat kebijakan yang intinya sama saja mahasiswa mualai TA 2011 tidak diijinkan membawa kendaraan bermotor. Peraturan yang dibuat yaitu dengan menganjurkan mahasiswa angkatan 2010 ke atas untuk mengambil atau entah membeli sticker yang dibuat oleh Fakultas. Sticker tersebut bertuliskan ID kepemilikan yang harus di tempel di motor agar mendapatkan ijin untuk parkir di kampus. Syarat pengambilan sticker diantaranya STNK, KTM dan SIM. Setiap KTM hanya diperbolehkan membuat satu sticker. Bagi kendaraan yang tidak ditempel sticker tidak diperbolehkan parkir di area kampus dan telah disediakan area parkir di wilayah lembah. Parkiran Fakultaspun kini sunyi sepi seperti kuburan... :D
                Nah...sejak saat itu saya tidak pernah parkir di kampus. Namun, saya parkir di rektorat karena di wilayah rektorat juga disediakan parkiran untuk mahasiswa dengan lahan yang terbatas. Sebulan berjalan dengna lancar. Sekitar pertangahan bulan Desember, rektorat memberlakukan peraturan agar mahasiswa parkir di kampus masing-masing dengan alasannya lahan yang terbatas. Memang sih...akhir-akhir ini rektorat mulai terasa penuh sesak. Kebanyakan dari teman saya yang dulunya sering parkir di lembah kini mulai sering parkir di rektorat. Pantas saja mulai ramai diisi dengan angkatan saya belum lagi ditambah dengan jurusan lain.
                Namun, saya pun juga keberatan jika harus parkir di lembah walaupun area yang disediakan cukup luas. Akan tetapi, jika area tersebut digunakan untuk menampung mahasiswa mulai angkatan 2011 pun semakin lama akan semakin ramai ditamabah dari fakultas lain. Belum lagi kalau musim hujan tiba, dan harus berjalan ke fakultas. Apa ya iya.. harus memakai jas hujan ke kampus, jika membawa payung pun akan terasa lebih berat. Sedangkan lahan parkir yang disediakan di lembah tersebut merupakan tanah lapang dan tidak terdapat naungan (iyup-iyupan). Jadi, kalau panas terik resiko ban meletus pun sangat tinggi, namun jika hujan deres melanda motor pun harus rela kehujanan seharian dan resikonya motor akan keplepek.
                Sekarang, saya kalau parkir pun terpaksa nomaden deh alias tidak tetap. Kalau berhasil lolos parkir di Fakultas yaa parkir disana. Kalau gak yaa..parkir di kampus tetangga :p. Dan kalau dimana-mana gak boleh, terpaksa deh parkir di lembah (¬.¬!). Harapannya Univ. Dapat membuat kebijakan yang dapat lebih menguntungkan bagi semua pihak terutama bagi mahasiswa dengan mempertimbangkan berbagai aspek.  Semogga dapat terjadi dalam waktu dekat ini.